|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Presensi Kabupaten Malang » 359,6 Ribu Siswa Madrasah Peroleh BSM

359,6 Ribu Siswa Madrasah Peroleh BSM

Rabu, 17 Juli 2013 09:41:42  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 297
359,6 Ribu Siswa Madrasah Peroleh BSM

KEMENAG – Sejumlah 359,6 siswa madrasah di Jawa Timur bakalan menjadi calon penerima bantuan siswa miskin (BSM) tahun ini. Sejumlah syarat diberlakukan agar siswa mendapatkan bantuan pendidikan ini. Salah satunya, siswa yang diproritaskan adalah mereka yang orang tuanya adalah pemegang kartu perlindungan sosial (KPS).

Berdasarkan surat edaran Kantor Wilayah Kementerian Agama (Kemenag) Jawa Timur, sejumlah 359.618 siswa jenjang MI-MTs-MA menjadi sasaran yang akan mendapat BSM. Sementara, kuota untuk Kabupaten Malang adalah sejumlah 20.244 siswa. Rinciannya, 12.430 siswa MI, 5.122 siswa MTs, dan 2.692 siswa madrasah aliyah.

Merujuk edaran Kanwil Kemenag ini, Kasi Pendidikan Madrasah (Penma) Kemenag Kabupaten Malang Muhajir MAg mengungkapkan, bantuan BSM ini akan diberikan pada kelompok siswa. Yakni, siswa kelas awal akan diberikan selama satu semester. Sementara, siswa kelas lebih tinggi untuk semua jenjang akan diberi bantuan BSM selama setahun.

“Pemberian bantuan ini akan diberikan secara merata dengan melihat jumlah siswa pada semua madrasah, negeri maupun swasta. Kami masih melakukan pendataan berapa jumlah siswa yang berhak mendapatkan BSM sesuai yang disyaratkan. Pencairannya melalui rekening masing-masing siswa,” terang Muhajir.

Pihak Penma Kemenag, kata Muhajir, menyerahkan sepenuhnya daftar siswa yang akan diajukan setiap madrasah. semua data siswa calon penerima BSM harus sudah siap selambat-lambatnya 29 Juli ini. Karena itu, selama sepekan lalu, pihaknya sudah memberikan sosialisasi BSM kepada seluruh kepala madrasah yang ada.

Hanya, ia mewanti-wanti siswa dari keluarga tidak mampu yang memiliki KPS jangan sampai terlewatkan. “Bantuan ini harus tepat sasaran. Tidak ada pencairan kolektif. Sampai-sampai, pihak bank yang ditunjuk mencairkan dana meminta pengambilan bantuan tidak bisa diwakilkan. Harus bersama-sama siswa penerima,” tegasnya.

Meski jumlah calon penerima BSM meningkat dibanding tahun lalu, Muhajir menyebut, dana BSM hanya mampu mengcover tidak lebih dari 25 persen dari total siswa madrash yang ada. Meski demikian, bantuan ini sangat cukup menopang biaya operasional pendidikan menyertai dana bantuan operasional sekolah (BOS) yang juga diterima setiap siswa madrasah.

“Mestinya semua kebutuhan pendidikan siswa tercukupi. Tidak boleh ada berbagai pungutan untuk kebutuhan biaya yang sudah dibiayai oleh bantuan ini (BSM dan BOS, red)”, demikian kandidat doktor Manajemen Pendidikan ini.

Dengan adanya dua bantuan tersebut, tambahnya, pemerintah berharap tidak ada lagi masyarakat di lingkungan sekolah/madrasah yang tidak sekolah karena alasan biaya pendidikan. min-KP

Baca "Presensi Kabupaten Malang" Lainnya

Komentar Anda