|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Presensi Kabupaten Malang » Guru Tak Linier Tetap Terima Tunjangan Dua Tahun Tenggat Peralihan Bidang Studi

Guru Tak Linier Tetap Terima Tunjangan Dua Tahun Tenggat Peralihan Bidang Studi

Jum`at, 5 Juli 2013 10:48:52  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 2263

KEPANJEN – Kabar menggemberikan bagi guru yang selama ini mengalami ketidaksesuaian antara kualifikasi pendidikan atau sertifikasi pendidik dengan bidang studi yang diampu. Terhitung tahun ini, mereka tetap berhak mendapatkan tunjangan profesi pendidik (TPP) sebesar sekali gaji pokok.
Kepastian ini tertuang dalam Permendikbud RI Nomor 62 Tahun 2013 tentang Sertifikasi Guru Dalam Jabatan dalam rangka Penataan dan Pemerataan Guru. Dalam Permendiknas ini diatur tentang pemberian tunjangan profesi bagi dalam jabatan yang dipindahkan dengan tetap memperhatikan pada peraturan perundang-undangan yang berlaku.
Dikatakan Kabid Tentis Dindik Kabupaten Malang Ninik Sri HR, guru bersertifikat profesi yang belum linier dengan bidang studi yang diampunya, tetap bisa mendapatkan tunjangan profesi, setidaknya selama dua tahun. Namun lebih dari itu, tambahnya, guru bersangkutan harus pindah bidang tugas baru sesuai latar belakang sertifikasinya untuk bisa tetap memperoleh tunjangan tersebut.
“Dalam ketentuan peralihan Permendiknas 62/2013 disebutkan, guru yang mengampu bidang studi namun tidak sesuai sertifikat profesi yang dimiliki tetap akan diberi tunjangan selama yang bersangkutan mengampu beban kerja setidaknya 24 jam tatap muka sepekan,” terang Ninik.
Bagaimana setelah masa peralihan ini? Masih merujuk Permendiknas 62/2013, Ninik menambahkan, guru tersebut harus mengikuti sertifikasi ulang untuk pindah bidang studi. Caranya bisa dengan menempuh salah satu program yang ditentukan Kemendikbud. Yakni, melalui pendidikan dan latihan profesi guru (PLPG), pendidikan profesi guru (PPG), atau program sarjana kependidikan dengan kewenangan tambahan (SKKT) atau konversi. Sertifikasi alih bidang studi melalui tiga jalur ini bisa dibiayai APBN, APBD, maupun secara mandiri.
“Semua pilihan program alih bidang studi tersebut bisa ditempuh paling lama dua semester atau setahun. Namun, sampai sekarang belum ada pedoman resmi terkait hal itu. Termasuk, lembaga kependidikan atau kampus yang resmi ditunjuk Kemendikbud,” beber perempuan berjilbab ini.
Soal berapa jumlah guru di Kabupaten Malang yang harus alih bidang studi ini, Ninik belum bisa menyebut angka pasti. Namun, dari data pokok pendidikan (dapodik) yang hingga kini masih belum rampung, setidaknya ada 359 guru yang masih terkendala pencairan tunjangan profesinya.
“Dari dapodik yang bermasalah ini, sebagian diantaranya, ya miliki guru yang tidak linear antara sertifikat pendidik dengan bidang studi yang diampunya itu,” pungkasnya. min-KP

Baca "Presensi Kabupaten Malang" Lainnya

Komentar Anda