|
Selamat Datang, Register | Login
Home » Presensi Kabupaten Malang » Rajin Buat Kliping dan Peta Konsep untuk Hafalkan Materi

Rajin Buat Kliping dan Peta Konsep untuk Hafalkan Materi

Rabu, 17 April 2013 11:07:36  •  Oleh : redaksi  •    Dibaca : 433
Rajin Buat Kliping dan Peta Konsep untuk Hafalkan Materi

Seperti tahun-tahun sebelumnya, prestasi akademik siswa SMP Negeri 1 Turen tetap mendominasi di ajang olimpiade sains nasional (OSN) tahun ini.  Pada OSN SMP tingkat Kabupaten Malang belum lama ini, dua siswa SMPN 1 Turen kembali menempati peringkat dua besar teratas untuk bidang studi berbeda, biologi dan matematika. Prestasi ini pun memberi kesempatan bagi keduanya untuk mewakili Kabupaten Malang pada ajang OSN se Jawa Timur yang dihelat 12-13 April pekan ini.

Dua siswa ini adalah Natya Vira Cahyarini (bidang studi biologi) dan Alvin Adam Arifin (matematika). Natya Vira menjadi peserta terbaik urutan kedua setelah Muqsith Alvais Ramdani (siswa SMPN 1 Singiosari) dengan mengumpulkan skor akhir 217. Sementara, Alvin Adam Arifin menjadi peraih skor tertinggi bidang studi matematika, yakni 58.

Ditemui di sela-sela belajar di sekolahnya, Natya –sapaan akrab Natya Vira Cahyarini, mengaku cukup senang dengan prestasi pertama kalinya ini. Berkesempatan menjajal kompetisi akademik tingkat Jawa Timur akan menjadi pengalaman berharga baginya.

Meski baru pertama, prestasi terbaik OSN Kabupaten Malang ini bukan lah sebuah kebetulan. Menilik prestasi belajarnya, Natya tergolong siswa dengan kemampuan akademik di atas rata-rata. Sejak semester awal di kelas VII, nilai bidang studi biologi yang diraihnya rata-rata 9,0. Rata-rata yang sama juga mampu diperolehnya untuk bidang studi lain, seperti matematika, bahasa Inggris, dan IPS.

Bagi Natya, pelajaran biologi sangat menarik dan asyik dipelajari karena membahas soal kehidupan semua makhluk. Meski begitu, untuk bisa menguasai ilmu hayat ini, menurutnya butuh cara khusus. Apalagi, banyak istilah-istilah aneh yang menggunakan bahasa yang cukup asing.

Natya tak kurang akal dalam belajar. Agar bisa menguasai materi dengan mudah, ia terbiasa menggunakan metode membuat singkatan istilah-istilah asing ini. seperti ‘Rama Belum Ziglora’ untuk menghafal ciri-ciri metagenesis tumbuhan lumut. Atau, dengan membuat kliping atau gambar peta konsep untuk kemudian ditempel di dinding. Tak ayal, pada dinding kamarnya, ada puluhan gambar dan kliping tentang konsep-konsep biologi hasil buatannya.

“Paling sulit membuat akronim untuk istilah-istilah sulit. Jika tidak pas, sulit dihapal dan mudah lupa. Untuk kliping, biasanya saya tambah dengan catatan-catatan kecil berisi pengertian istilah dengan ditandai khusus biar terus diingat. Gambar-gambar kerap saya dapatkan dari internet,” beber anak tunggal pasangan Nirwono dan Yuli Wulandari ini soal membuat metode belajarnya tersebut.

Kenapa harus melakukan cara khusus ini? Bagi Natya, kalau hanya mengandalkan buku pelajaran yang ada cepat bosan dipelajari. Apalagi, katanya, redaksi yang ada di buku paket terlalu panjang dan kurang menarik.

Kini, Natya mengaku harus lebih banyak melakukan persiapan dengan menambah porsi belajarnya. Belajar sehari tiga kali yang biasa dilakukannya, akan diperbanyak waktunya terutama saat belajar pagi.

Namun begitu, ia mengaku tidak harus melakukan belajar dengan terlalu terforsir dengan harus dikarantina segala. Ia lebih memilih belajar dengan pendampingan insentif guru atau sesekali dengan bimbingan orang tuanya di rumah.

“Kuncinya tetap harus banyak membaca. Waktu bermain harus sedikit dikorbankan. Namun, belajar tidak perlu sampai harus capek,” pungkas gadis pemilik kelahiran 9 September 1982 ini. min-KP

Baca "Presensi Kabupaten Malang" Lainnya

Komentar Anda